kecantikan adalah hak asasi seorang wanita

Minggu, 06 Mei 2012

perawatan kecantikan - 1


Sensasi Spa Spesial di Sejumlah Negara

Spa membantu melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan elastisitas kulit.


spa di atas gondola (oddee.com)

Spa atau solus per aqua belakangan menjadi pilihan relaksasi favorit masyarakat perkotaan. Tak hanya relaksasi, ritual memanjakan diri melibatkan elemen air ini terus berkembang menawarkan efek keseimbangan kesehatan pikiran dan tubuh.

"Spa membantu melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan elastisitas kulit serta menunjang kekuatan tulang," kata terapis spa di Shades Blackk Spalon, Janvi Menghani, seperti dikutip Times of India.
Seiring perkembangan tren, spa muncul dengan berbagai variasi menarik untuk memikat konsumen. Di Spanyol, sebuah pusat kecantikan dan kebugaran menawarkan paket spa yang mengadaptasi ketenangan hidup janin di dalam rahim.

Ada pula spa ikan yang berkembang di sejumlah kota besar di dunia, termasuk Jakarta. Gigitan ikan Garra Ruffa dari Turki tak hanya membantu mengangkat lapisan epidermis kulit yang sudah mati, tapi juga memperlancar sirkulasi darah. Tak heran jika ikan itu dijuluki dokter ikan.

Di Venezia, sebuah tempat perawatan menawarkan sensasi spa sembari menyusuri sungai menggunakan gondola. Layanan spesial ini dilakukan secara privat di salah satu laguna Venesia. Untuk melindungi kulit, perawatan pijat ini menggunakan minyak khusus yang mengandung SPF.

Sementara di Jepang, sebuah pusat spa populer menawarkan layanan spa berendam dengan wine. Perawatan yang sangat diminati ini hanya ditawarkan satu tahun sekali. Tertarik mencobanya

http://kosmo.vivanews.com/news/read/311078-sensasi-spa-spesial-di-sejumlah-negara

Sabtu, 05 Mei 2012

sex and beauty -2


Tips Agar Cepat Hamil Dan Cepat Memiliki Anak



Tidak dipungkiri lagi bahwa buah hati adalah seseorang yang ditunggu oleh semua pasangan didunia. Akan terasa sangat sedih jika kita tidak memiliki anak dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebenarnya banyak cara agar kita bisa cepat mendapatkan keturunan. Baik itu dengan terapi tradisional ataupun sampai dengan melakukan permeriksaan rutin ke dokter kandungan.

Jika anda telah melakukan berbagai cara agar cepat memiliki anak, tetapi masih saja belum mendapatkan rezeki seorang buah hati. Berikut ini adalah tips cepat memiliki anak, silahkan dibaca.

  1. Hal pertama yang anda lakukan adalah mengkonsultasikan kesehatan reproduksi anda dan pasangan anda ke dokter. Lakukan pemerikasaan pada kualitas sperma dan ovum, kondisi rahim, dan sebagainya.
  2. Catat perkiraan waktu ovulasi anda. Dalam kondisi wanita normal, ovulasi adalah 14 hari dari hari haid pertama.
  3. Beberapa pendapat mengatakan bahwa gaya missionari atai doggy style bisa membuat sperma masuk lebih dalam. Walaupun belum ada penelitian tetapi tidak ada salahnya anda mencobanya.
  4. Untuk pria, sebisa mungkin menghindari pemakaian celana ketat atau sering berendam dalam air hangat. Ini dikarenakan bisa membuat sperma akan mati karena kepanasan.
  5. Terakhir adalah menghindari stress. Karena jika anda stress maka akan membuat disfungsi ovulasi dan beberapa keluhan lainnya yang membuat anda tidak bisa cepat punya anak.
http://www.ditonewsonline.com/2012/04/tips-agar-cepat-hamil-dan-cepat.html

kecantikan mata

Tips Mengurangi / Menurunkan Minus Mata

http://www.ditonewsonline.com/2012/04/tips-mengurangi-menurunkan-minus-mata.html

DitoNews - Tips ini juga sangat membantu bagi para karyawan dan profsional maupun gamer ataupun facebooker yang sering berlama-lama di depan adviser – Anda butuh relaksasi.
Seperti dikutip dari Eyehealthremedies, ada beberapa Metode Bates yang bisa dilakukan, yaitu:


1. Bersembunyi

Latihan penglihatan ini membantu mata untuk rileks dan beristirahat.

Cobalah duduk dengan nyaman di depan meja kemudian taruh beberapa bantal hingga tingginya sejejer mata. Letakkan siku tangan di atas bantal tersebut kemudian tutup mata dengan dua telapak tangan hingga tidak ada cahanya yang masuk. Bernapaslah perlahan, santai dan membayangkan dalam kegelapan. Mulailah melakukan hal ini selama 10 menit sebanyak 2-3 kali dalam sehari.


2. Menggoyangkan bola mata

Cobalah berdiri dan fokus pada titik yang jauh, lalu goyangkan bola mata dari kiri dan kanan atau sebaliknya sambil berkedip sebanyak 100 kali setiap hari. Berkedip berguna untuk membersihkan dan melumasi mata.

3. Memilih satu warna dalam satu hari

Pilihlah satu warna berbeda tiap hari dan melihat keluar dengan objek warna yang dipilih sepanjang hari. Ketika melihatnya seseorang akan lebih menyadari warna daripada bentuknya.


4. Berjemur

Cobalah untuk melakukan hal ini sekali dalam sehari. Kegiatan ini membutuhkan hari yang cerah atau cahaya lampu yang bagus.

Caranya tutup mata lalu lihat langsung ke matahari melalui mata tertutup. Sambil melihat matahari, perlahan-lahan gerakkan kepala ke kiri dan ke kanan sampai sejauh yang Anda bisa hingga hampir menyentuh pundak. Hal ini membantu membawa lebih banyak sirkulasi darah ke leher. Lakukan hal ini selama 3-5 menit.

5. Menggeser penglihatan

Banyak orang yang menghabiskan waktu untuk menatap layar komputer di depan wajahnya. Cobalah untuk menggeser penglihatan Anda pada tenunan kain di lengan baju, affiche di dinding atau pohon di seberang jalan. Hal ini dapat membantu meningkatkan penglihatan periferal dan dapat membantu rabun jauh, rabun dekat dan masalah penglihatan lainnya. Bahkan pada beberapa kasus bisa menghilangkan katarak.

Dr William Bates memberikan tips agar saat melakukan senam mata melepaskan kacamata atau kontak lensa agar merasa lebih nyaman dan santai. Ketika melakukan latihan ini cobalah untuk sangat berkonsentrasi pada mata sehingga hasilnya lebih maksimal.


Sumber: http://irengputih.com/tips-mengurangi-menurunkan-minus-mata/646/

http://www.ditonewsonline.com/2012/04/tips-mengurangi-menurunkan-minus-mata.html 

Jumat, 04 Mei 2012

in memoriam mantas menkes (alm) dr Endang (2)

Almarhum Endang Akhirnya Buka Tabir Tudingan Tentang Namru

Irna Gustia - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame


img
Mantan Menkes Endang (detikHealth)
Jakarta, Mantan Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih telah berpulang pada 2 Mei 2012. Saat-saat jelang akhir hayatnya, dia menulis soal tudingan sebagai orangnya Namru.

Sekedar informasi, masalah kedekatannya dengan Namru adalah pangkal kontroversi saat dirinya diangkat menjadi Menteri Kesehatan.

Karena tudingan yang tak pernah jelas itu, Endang sempat dicopot dari jabatan sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi oleh bosnya kala itu Menkes Siti Fadilah Supari.

Dalam buku terakhir yang ditulisnya saat sakit parah 'Untaian Garnet dalam Hidupku' di Bab 'Tentang Ari dan Kolam Renang' Endang mengakui ada perubahan dalam hidupnya ketika dicopot jadi Kepala Puslitbang dan hanya menjadi peneliti senior biasa.

"Perubahan itu sungguh saya jalani dengan berusaha berbesar hati.Saya tidak bertanya kepada menteri juga kepada Kepala Badan Litbangkes baik yang lama maupun yang baru, alasan saya dilepas. Saya terima saja dan menganggap ada kesalahpahaman. Tetapi memulai kehidupan baru pun tidaklah mudah. Banyak orang tetap berupaya menganggap saya sebagai Kapuslit yang lama, padahal waktu itu saya hanya peneliti biasa," ungkap Endang seperti dikutip detikHealth dari bukunya Jumat (4/5/2012).

Dari pengakuannya di bukunya tersirat bahwa kecurigaan itu muncul karena ada peneliti Namru yang juga orang Indonesia tiba-tiba menulis soal investigasi yang dilakukan Namru, padahal harusnya itu dilakukan orang Indonesia tapi kala itu Endang bisa menerima alasannya. Kedua, karena pihak Namru lebih suka berdiskusi dengan dirinya ketimbang dengan peneliti lainnya hingga hubungannya pun menjadi dekat.

Berikut pengakuan Endang soal tudingan Namru yang belum pernah diungkap dan dipublikasikannya:

"Hubungan Saya dengan Namru 2 (Naval Medical Research Unit Number 2) Jakarta


Saya harus menuliskan tentang ini karena begitu banyak orang mengira bahwa saya bekas pegawai Namru. Ini sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah bekerja di Namru 2 Jakarta. Kalau berkolaborasi, mungkin hampir setiap peneliti senior Badan Litbangkes pernah berkolaborasi dengan Namru 2. Namru 2 mulai masuk ke Indonesia karena diundang oleh Indonesia untuk mengatasi masalah Pes. Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Namru 2 – Badan Litbangkes meliputi banyak hal, seperti typhoid dan kolera.

Keterlibatan saya yang pertama terjadi dalam investigasi KLB Hepatitis E di Bondowoso. Saya didatangi dr Corwin yang meminta saya memimpin investigasi tersebut. Walaupun ini merupakan suatu pengalaman baru, saya terima. Saya pun berangkat membawa staf Badan Litbangkes dan Namru 2. Investigasi berjalan baik, tentu dengan bantuan staf dinas kesehatan dan rumah sakit setempat.

Beberapa saat setelahnya, saya didatangi peneliti senior Badan Litbangkes yang menanyakan mengapa peneliti Namru yang menuliskan papernya. Saya terkejut karena saya tidak pernah diberi tahu bahwa akan ada paper yang akan terbit dari investigasi tersebut. Sebagaimana kebiasaan saya, saya pun memprotes keras.

Dokter Corwin datang dan meminta maaf dan meminta supaya saya jangan marah kepada peneliti junior Namru. Tentu saja hal itu tidak saya lakukan. Peneliti junior itu kan orang Indonesia. Kalau dia maju, saya juga senang. Dr Corwin menawarkan menuliskan paper tersebut dengan nantinya saya sebagai co-author. Tentu saja saya menolak.

Saya kan lulusan HSPH (Harvard School of Public Health). Saya mampu menulis paper sendiri. Saya meminta bantuan dr Corwin untuk melengkapinya di bagian-bagian seperti laboratorium, strain, dan sebagainya. Ia pun menyanggupi. Maka terjalinlah kolaborasi kami yang pertama. Dr Corwin senang melihat hasilnya dan paper itu pun kemudian terbit.

Kolaborasi selanjutnya adalah flu burung. Ketika itu kasus flu burung mulai merebak di Indonesia. Rapat-rapat dilakukan antara Namru dan Badan Litbangkes, namun beberapa rekan Namru merasa kurang bisa berkomunikasi dengan rekan Badan Litbangkes dan mereka meminta saya ikut serta. Awalnya saya menolak karena ini bukan bidang keahlian saya. Teman-teman Namru mengatakan apakah saya tidak akan merasa menyesal nantinya apabila flu burung menjadi wabah dan saya sama sekali tidak peduli?

Saya pikir, logika ini ada benarnya. Maka mulailah saya mengikuti rapat-rapat antara Namru – Badang Litbangkes tentang flu burung. Tentu saja awalnya, atasan langsung saya Kapuslit Penyakit Menular yang baru sangat tidak gembira. Ia mengatakan dia tidak suka orang yang sok, dan dianggapnya salah satu dari orang yang sok tersebut adalah saya.

Perkataan yang terus terang tersebut menyakitkan hati saya. Pada suatu senja, ketika saya sedang duduk diam-diam di meja kerja saya sambil menunggu datangnya malam, tiba-tiba para sahabat saya masuk ke ruangan. Mereka heran melihat saya sedang menangis, dan mereka berusaha menghibur saya.

Banyak hal tidak benar yang disampaikan ke muka publik mengenai pengiriman spesimen flu burung ke luar negeri. Bukti-bukti ada, semua orang bebas menginvestigasikan apa yang sebenarnya terjadi. Atas perintah siapakah semua spesimen itu dikirim, baik itu ke Namru pusat atau ke laboratorium dr Malik Perish di Hongkong. Apakah mungkin saya sebagai eselon 2 mengambil keputusan berupa kebijakan demikian?

Ada kebijakan baru ketika itu juga, yaitu spesimen boleh dikirim apabila dilengkapi dengan dokumen MTA (material transfer agreement) yang menghargai negara asal pengirim, serta menjamin hak-hak negara pengirim. Badan Litbangkes membentuk Komisi MTA yang terdiri dari para pakar perguruan tinggi dan institusi penelitian. Kami berapat cukup rutin.

Berbekal itulah, saya percaya bahwa kerjasama internasional Indonesia dengan negara lain tidak dilarang. Dalam sebuah penelitian bersama Belanda, seorang peneliti muda membawa beberapa spesimen ke Belanda dilengkapi dengan dokumen MTA yang lengkap yang sudah ditandatangani oleh Kepala Badan Litbangkes dan Direktur Institusi penelitian di Belanda. Seluruh pemeriksaan laboratorium dikerjakan oleh orang Indonesia dibantu oleh peneliti Vietnam (institusi penelitian Belanda ini berada di Ho Chi Minh city). Saya sendiri bersama Siti Isfandari juga ikut berangkat untuk menuliskan laporan serta draf awal papernya.

Tuduhan heboh lain adalah bahwa saya mengambil darah peternak Sukabumi dan mengirimkannya ke Belanda. Namun tuduhan ini lebih mudah dibantah karena saya sama sekali tidak pernah muncul di Sukabumi. Kepala peternakan yang menuduh saya pun mengakui kekeliruannya. Sebenarnya yang diambil hanya sampel darah untuk diperiksa apakah para peternak itu sudah tertular flu burung atau belum. Hasilnya ternyata negatif. Dan ini sudah berulang kali dikomunikasikan ke masyarakat peternak tersebut.

Alhamdulillah, saat ini hubungan Kemenkes dengan para peternak ayam di Sukabumi sangat baik. Kami melakukan berbagai kerjasama yang menguntungkan peternak maupun program-program Kemenkes. Jangan lupa dalam suatu peternakan, ada aspek ternaknya (hygiene, santiasi), dan ada aspek pekerjanya (kebiasaan cuci tangan, menutup mulut ketika batuk dan bersin, memakai pakaian pelindung, dan sebagainya).

Sebagaimana disebutkan, hubungan perkawanan saya dengan Namru 2 cukup baik, baik yang orang Namru Indonesia maupun yang orang Amerika. Ketika saya menjadi Menkes RI dan harus memutuskan apakah akan menutup Namru atau tidak, dalam pikiran saya adalah sebagai berikut: saya dikritik orang karena terlalu pro-Namru, padahal saya adalah menteri pilihan Bapak Presiden SBY.

Apa pun yang saya lakukan, tentunya merupakan cerminan dari pilihan ini. Tak dapat saya bayangkan, kalau saya memilih opsi tidak menutup Namru. Orang akan menyalahkan pilihan Bapak Presiden. Karena itu saya berkomunikasi dengan rekan-rekan Namru terutama yang Indonesia untuk menjelaskan keputusan saya tersebut.

Tentu saja, cukup banyak yang tidak suka, terutama dari pihak Amerika, tapi saya kira sekarang semuanya sudah berlalu. Saya tidak pernah anti bekerjasama dengan Amerika, asal semuanya dalam kerangka saling menghormati satu sama lain dan saling menguntungkan satu sama lain. Hal ini pun berlaku untuk kerjasama dengan negara-negara lain, baik itu timur, barat, selatan, maupun utara".

http://health.detik.com/read/2012/05/04/132836/1909182/763/almarhum-endang-akhirnya-buka-tabir-tudingan-tentang-namru 

in memoriam mantan menkes (alm) dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH

Menkes Endang: Pengangkatan dan Pengunduran Diri yang Tak Biasa

Irna Gustia - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame


img
Menkes (detikHealth)
Jakarta, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih secara resmi telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya per 26 April 2012. Saat diangkat menjadi menteri ia disorot tajam, begitu juga saat mundur dari jabatannya.

Menkes Endang saat ini tengah berjuang melawan penyakit kanker parunya yang sudah masuk stadium 4. Setelah dijenguk Presiden SBY pada Kamis siang tadi (26/4/2012), Menkes mengatakan akan konsentrasi menjalani pengobatannya dan Presiden menyetujui pengunduran dirinya.

Menkes Endang adalah sosok yang pembawaannya tenang, ramah, suka tersenyum dan punya kemampuan menjelaskan sesuatu dengan jelas.

Ketenangannya yang luar biasa menghadapi masalah memang patut diacungi jempol. Karena sifat tenangnya itu, ia tegar dalam menghadapi kontroversi saat namanya ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Bersatu II ( (2009-2014) menggantikan Siti Fadilah Supari.

Namanya memang muncul di menit-menit terakhir kala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencari 'pembantu' untuk jabatan Menteri Kesehatan. Profilnya tidak masuk dalam bursa calon menteri karena waktu itu Presiden SBY sempat akan menunjuk Nila Moeloek sebagai calon Menkes.

Tapi kemudian terjadi perubahan yang begitu cepat saat Presiden mengumumkan sendiri di Istana Negara tanggal 21 Oktober 2009 jam 22.00 tentang susunan kabinetnya yang didalamnya tiba-tiba ada nama Endang Sedyaningsih.

Penunjukkannya yang begitu mendadak, memunculkan dugaan-dugaan tak sedap, yang salah satunya Endang disebut sebagai titipan AS karena pernah bekerja di lembaga penelitian Namru milik AS. Tak tanggung-tanggung mantan Menkes sebelumnya, Siti Fadilah Supari yang mempertanyakan kenapa bekas anak buahnya itu yang menjadi penggantinya.

Siti kala itu sempat mengatakan pernah mencopot jabatan Endang sebagai sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi dan diturunkan menjadi peneliti madya dan naik lagi menjadi peneliti utama pada Agustus 2008 karena dugaan terlibat penelitian virus dengan AS, meski hingga kini tudingan itu sulit dibuktikan.

Mendapat sorotan yang tajam dari publik dan bekas 'bosnya' tak membuat Endang ciut. Baginya jabatan sebagai Menkes adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan pada rakyat. Tak ambil pusing dengan kontroversi pengangkatannya sebagai Menkes, Endang terus bekerja.

Lambat laun, publik pun mengakui bahwa ia sosok yang pantas menjabat sebagai Menteri Kesehatan bukan orang yang disorot karena kontroversinya saat ia ditunjuk menjadi Menteri.

Publik pun lupa dengan kontroversi pengangkatannya saat menjadi menteri. Tapi tiba-tiba pada Oktober 2010 publik dikejutkan lagi dengan berita Menkes yang menderita sakit kanker paru stadium 3. Kanker yang memang sulit dideteksi ini baru ketahuan saat ia melakukan check up rutin pada Oktober 2010.

Namun dalam 3 minggu terakhir, Menkes terpaksa kembali dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena merasa tubuhnya nyeri. Kanker paru yang sudah diobatinya selama 1,5 tahun ternyata kambuh lagi dan sudah masuk stadium 4.

Menyadari kondisinya yang harus fokus untuk mengobati sakitnya, Menkes Endang pun akhirnya mengajukan pengunduran diri kepada Presiden SBY per hari ini. Menkes Endang menyumbangkan pikiran, waktu dan idenya di Kementerian Kesehatan hanya selama 2,5 tahun.

Menkes Endang boleh jadi adalah menteri yang pengangkatan dan pengunduran dirinya tak biasa. Semoga cepat sembuh Ibu Endang!

Biodata

Nama:
dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH

Tempat Tanggal Lahir:
Jakarta, 1 Februari 1955

Suami:
Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang)

Anak:
Arinanda Wailan Mamahit
Awandha Raspati Mamahit
Rayinda Raumanen Mamahit

Pendidikan:
- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Sarjana tahun 1979)
- Gelar Master on Public Health dari Harvard School of Public Health 1992
- Gelar Doktor Kesehatan Masyarakat diperoleh di Harvard University, USA tahun 1997

Karir:
- Tahun 1990, memulai karirnya di Departemen Kesehatan.
- Tahun 2004 sebagai pejabat fungsional dengan pangkat Peneliti Madya.
- Pada 26 Januari 2007 dipercaya oleh Menkes Siti Fadilah Supari sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi.
- Pada 24 Juli 2008 sebagai peneliti Madya pada Puslitbang Biro Medis dan Farmasi.
- Sejak 1 Agustus 2008 sebagai Peneliti Utama pada Puslitbang Biro Medis dan Farmasi.
- Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II ( (2009-2014) yang menjabat sejak 22 Oktober 2009, menggantikan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K).

Penghargaan:
- Penulis Artikel terbaik ke-2 Badan Litbangkes tahun 2000
- Presentasi Poster Terbaik ke-3 pada Conferensi Asia Pasifik ke-3 tentang Perjalanan Kesehatan.

Karya:
- Pengembangan Jaringan Virologi dan Epidemiologi Influenza di Indonesia (2007)
- Karakteristik kasus-kasus flu burung di Indonesia (Juli 2005-Mei 2006)
- Kajian penelitian sosial dan perilaku yang berkaitan dengan Infeksi Menular Seksual, HIV/AIDS di Indonesia (1997-2003).
- Lebih dari 50 artikel ditulis dr Endang di jurnal nasional dan internasional. Penghargaan yang pernah diperoleh dokter Endang antara lain Sulianti Award dan APACPH (Asia Pacific Academics of Public Health) Award

.http://health.detik.com/read/2012/04/26/163049/1902516/1201/menkes-endang-pengangkatan-dan-pengunduran-diri-yang-tak-biasa

Kamis, 03 Mei 2012

Doctor's Life

dr Farida Briani, Pilih Main Sinetron daripada Nonton

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame


img
dr Farida Briani (dok: detikHealth)
Jakarta, Nonton sinetron adalah hobi yang sangat digemari oleh kebanyakan ibu-ibu, namun tidak bagi dr Farida Briani, SpB(K)Onk. Daripada pasif menonton sinetron, dokter yang satu ini memilih aktif memberi penyuluhan dengan cara ikut main sinetron.

Bukan hanya ikut tampil sebagai salah satu pemain, dr Farida juga merupakan penggagas film televisi alias sinetron tentang kanker payudara berjudul 'Derita Dinda' tersebut. Dalam proses produksinya, ia juga terlibat penuh sebagai penyunting skenario.

Meski terlibat dalam pembuatan sebuah sinetron, bukan berarti dokter yang pernah ikut pertukaran pelajar ke Amerika Serikat sampai lulus SMA ini adalah seorang penggemar sinetron. Bahkan ia mengaku sangat jarang menonton sinetron, karena kebanyakan di antaranya hanya mengumbar alur cerita yang dangkal dan kurang mendidik.

"Tapi tidak bisa dipungkiri, sinetron itu banyak ditonton ibu-ibu sehingga bisa menjadi media yang paling tepat untuk menyampaikan pesan. Karena itulah saya tertarik untuk menggarap sinetron tentang bahaya kanker payudara dan pencegahannya. Saya sendiri sih tidak suka nonton sinetron," kata dr Farida kepada detikHealth beberapa waktu lalu, seperti ditulis Senin (16/4/2012).

Karena pada dasarnya tidak menyukai sinetron, dr Farida mengaku agak kesulitan saat menyunting atau mengedit skenario film televisi Derita Dinda. Terkadang ia merasa tidak cocok dengan beberapa alur cerita yang menurutnya berlebihan, namun akhirnya pasrah karena memang diperlukan untuk menarik minat penonton.

Meski digarap hanya dalam waktu singkat, sinetron yang digarap dengan mengatasnamakan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) akhirnya bisa tayang di TVRI akhir pekan lalu. Dalam film tersebut, dr Farida tampil sebagai dirinya sendiri dalam kapasitasnnya sebagai ahli kanker.

Peduli Kanker Payudara Sejak Kuliah

Kepedulian dr Farida terhadap kanker payudara sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku kuliah kedokteran, khususnya saat mengambil spesialisasi bedah onkologi. Baginya kanker payudara sangat memprihatinkan karena hampir 50 persen pasien datang ke dokter dalam kondisi sudah terlambat.

Padahal dengan deteksi dini, kanker payudara bisa lebih mudah disembuhkan dan risiko menyebar ke jaringan lain juga bisa ditekan. Caranya juga tidak sulit, yakni dengan sering-sering meraba payudara dan segera memeriksakannya saat ditemukan ada benjolan.

Soal pengalaman yang paling berkesan, bagi dr Farida semua pasiennya punya kesan tersendiri karena masing-masing bisa menjadi guru yang membuatnya makin pintar. Salah satunya ketika menangani pasien yang sudah kena kanker payudara pada usia 16 tahun.

"Yang membuat saya prihatin itu penderita kanker payudara itu usianya makin muda di Indonesia. Dulu mayoritas di usia menopause, sekarang banyak yang usianya 30-an tahun bahkan belasan tahun. Kalau kena kanker payudara di usia menopause, umumnya jenis kankernya tidak progresif. Sementara kalau kena di usia muda misalnya belasan tahun, saya pernah punya pasien usia 16 tahun, biasanya tipe yang progresif sehingga menyebarnya cepat sekali," kata dr Farida.

Mengingat makin banyaknya perempuan kena kanker payudara di usia muda, dr Farida selalu menekankan pentingnya deteksi dini. Sejak mulai mendapatkan menstruasi, maka seorang remaja putri harus sudah dibiasakan untuk meraba sendiri payudaranya secara teratur dan segera memeriksakan diri jika ada benjolan yang tidak wajar.

BIODATA
Nama:
dr Farida Briani, SpB(K)Onk

Tempat dan tanggal lahir:
Yogyakarta, 29 Desember 1972

Pendidikan:
Cascade High School, Everett, Washington, USA (1990-1991)
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (1992-1998)
Spesialis Bedah Umum FKUI (2002-2007)
Spesialis Bedah Onkologi FKUI (2008-2010)

Riwayat karir:
Relawan pada Divisi Kanker, Providence Hospital, Washington, USA (1991)
Tutor Matematika di Washington, USA (1991)
Guru Bahasa Inggris pada Nurul Fikri English Division (1995)
Dokter Umum RS Budi Jaya, Jakarta (1998-1999)
Asisten peneliti pada Sub Bagian Ginjal Hipertensi FKUI-RSCM (1998-1999)
Dokter Umum Islamic Center Iqro, Bekasi (1999-2000)
Dokter Umum Klinik Jatibening, Bekasi (2001-2002)
Praktek di RSIA Permata Cibubur.

(up/ir

http://health.detik.com/read/2012/04/16/103347/1893166/1201/dr-farida-briani-pilih-main-sinetron-daripada-nonton 

sex and beauty

7 Manfaat Seks untuk Kecantikan

Linda Mayasari - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame


img
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Mungkin Anda telah menghabiskan banyak uang untuk melakukan perawatan wajah di salon dan membeli peralatan make up yang mahal agar terlihat cantik. Tetapi ada satu hal yang membuat Anda tampak cantik secara alami yaitu dengan seks.

Seks dapat membuat aura wanita terpancar. Tidak ada produk atau prosedur yang dapat memberikan manfaat sebanyak manfaat yang diberikan seks terhadap kecantikan.

Berikut manfaat seks yang membuat Anda tampak cantik secara alami seperti dikutip dari allyou, Rabu (2/5/2012) antara lain:

1. Make up alami
Melakukan seks 15 menit di pagi hari akan membuat pipi Anda memerah secara alami, bibir Anda akan terlihat merah sempurna dan kulit akan bersinar. Sehingga Anda tidak perlu menggunakan perona pipi maupun lipstik. Saat berhubungan seks, semua membran mukosa dalam tubuh Anda akan berkontraksi dan terlihat kemerahan yang meninggalkan efek yang bagus untuk kulit.

2. Melindungi wajah
Ketika Anda berada di luar rumah, Anda akan terpapar sinar matahari dan menyebabkan munculnya kerutan pada wajah. Seks dapat meningkatkan aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke kulit yang mencegah terjadinya kerutan pada kulit.

3. Memperindah rambut
Seks juga bisa berkontribusi pada kesehatan rambut Anda. Setiap folikel rambut memiliki pembuluh darah dan aliran darah yang lancar akan menyuplai nutrisi yang lebih banyak ke rambut Anda. Sehingga rambut akan tampak lebat dan sehat.

4. Penghilang stres
Stres akan membuat pikiran Anda tegang dan membuat wajah terlihat kusam. Pereda stres terbaik adalah seks. Seks yang normal membutuhkan waktu antara 3-20 menit dan mampu mengurangi ketegangan. Wajah akan tampak cerah bersinar jika suasana hati senang.

5. Memperbesar payudara
Seks dapat memperbesar payudara hingga 25 persen dan meningkatkan ketinggian puting setengah inci.

6. Olahraga
Mungkin sulit untuk memotivasi diri Anda untuk meluangkan waktu berolahraga, seks merupakan sarana olahraga terbaik untuk melatih otot-otot kardio Anda.

7. Awet muda
Seorang wanita yang memiliki kehidupan seks yang sehat akan tampak lebih muda 3-8 tahun dari usia sebenarnya. Seks juga menghindarkan Anda dari risiko penyakit jantung, kanker dan depresi.
(ir/ir)

http://health.detik.com/read/2012/05/02/074719/1906667/766/7-manfaat-seks-untuk-kecantikan