Menkes Endang: Pengangkatan dan Pengunduran Diri yang Tak Biasa
Irna Gustia - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame
Menkes (detikHealth)
Jakarta,
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih secara resmi telah
mengajukan pengunduran diri dari jabatannya per 26 April 2012. Saat
diangkat menjadi menteri ia disorot tajam, begitu juga saat mundur dari
jabatannya.
Menkes Endang saat ini tengah berjuang melawan
penyakit kanker parunya yang sudah masuk stadium 4. Setelah dijenguk
Presiden SBY pada Kamis siang tadi (26/4/2012), Menkes mengatakan akan
konsentrasi menjalani pengobatannya dan Presiden menyetujui pengunduran
dirinya.
Menkes Endang adalah sosok yang pembawaannya tenang, ramah, suka tersenyum dan punya kemampuan menjelaskan sesuatu dengan jelas.
Ketenangannya
yang luar biasa menghadapi masalah memang patut diacungi jempol. Karena
sifat tenangnya itu, ia tegar dalam menghadapi kontroversi saat namanya
ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Bersatu II (
(2009-2014) menggantikan Siti Fadilah Supari.
Namanya memang
muncul di menit-menit terakhir kala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
mencari 'pembantu' untuk jabatan Menteri Kesehatan. Profilnya tidak
masuk dalam bursa calon menteri karena waktu itu Presiden SBY sempat
akan menunjuk Nila Moeloek sebagai calon Menkes.
Tapi kemudian
terjadi perubahan yang begitu cepat saat Presiden mengumumkan sendiri di
Istana Negara tanggal 21 Oktober 2009 jam 22.00 tentang susunan
kabinetnya yang didalamnya tiba-tiba ada nama Endang Sedyaningsih.
Penunjukkannya
yang begitu mendadak, memunculkan dugaan-dugaan tak sedap, yang salah
satunya Endang disebut sebagai titipan AS karena pernah bekerja di
lembaga penelitian Namru milik AS. Tak tanggung-tanggung mantan Menkes
sebelumnya, Siti Fadilah Supari yang mempertanyakan kenapa bekas anak
buahnya itu yang menjadi penggantinya.
Siti kala itu sempat
mengatakan pernah mencopot jabatan Endang sebagai sebagai Kepala
Puslitbang Biomedis dan Farmasi dan diturunkan menjadi peneliti madya
dan naik lagi menjadi peneliti utama pada Agustus 2008 karena dugaan
terlibat penelitian virus dengan AS, meski hingga kini tudingan itu
sulit dibuktikan.
Mendapat sorotan yang tajam dari publik dan
bekas 'bosnya' tak membuat Endang ciut. Baginya jabatan sebagai Menkes
adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan pada rakyat. Tak ambil
pusing dengan kontroversi pengangkatannya sebagai Menkes, Endang terus
bekerja.
Lambat laun, publik pun mengakui bahwa ia sosok yang
pantas menjabat sebagai Menteri Kesehatan bukan orang yang disorot
karena kontroversinya saat ia ditunjuk menjadi Menteri.
Publik
pun lupa dengan kontroversi pengangkatannya saat menjadi menteri. Tapi
tiba-tiba pada Oktober 2010 publik dikejutkan lagi dengan berita Menkes
yang menderita sakit kanker paru stadium 3. Kanker yang memang sulit
dideteksi ini baru ketahuan saat ia melakukan check up rutin pada
Oktober 2010.
Namun dalam 3 minggu terakhir, Menkes terpaksa
kembali dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena merasa
tubuhnya nyeri. Kanker paru yang sudah diobatinya selama 1,5 tahun
ternyata kambuh lagi dan sudah masuk stadium 4.
Menyadari
kondisinya yang harus fokus untuk mengobati sakitnya, Menkes Endang pun
akhirnya mengajukan pengunduran diri kepada Presiden SBY per hari ini.
Menkes Endang menyumbangkan pikiran, waktu dan idenya di Kementerian
Kesehatan hanya selama 2,5 tahun.
Menkes Endang boleh jadi adalah menteri yang pengangkatan dan pengunduran dirinya tak biasa. Semoga cepat sembuh Ibu Endang!
BiodataNama: dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH
Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 1 Februari 1955
Suami: Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang)
Anak: Arinanda Wailan Mamahit
Awandha Raspati Mamahit
Rayinda Raumanen Mamahit
Pendidikan:- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Sarjana tahun 1979)
- Gelar Master on Public Health dari Harvard School of Public Health 1992
- Gelar Doktor Kesehatan Masyarakat diperoleh di Harvard University, USA tahun 1997
Karir:- Tahun 1990, memulai karirnya di Departemen Kesehatan.
- Tahun 2004 sebagai pejabat fungsional dengan pangkat Peneliti Madya.
- Pada 26 Januari 2007 dipercaya oleh Menkes Siti Fadilah Supari sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi.
- Pada 24 Juli 2008 sebagai peneliti Madya pada Puslitbang Biro Medis dan Farmasi.
- Sejak 1 Agustus 2008 sebagai Peneliti Utama pada Puslitbang Biro Medis dan Farmasi.
-
Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II ( (2009-2014) yang
menjabat sejak 22 Oktober 2009, menggantikan Dr. dr. Siti Fadilah
Supari, Sp. JP (K).
Penghargaan:- Penulis Artikel terbaik ke-2 Badan Litbangkes tahun 2000
- Presentasi Poster Terbaik ke-3 pada Conferensi Asia Pasifik ke-3 tentang Perjalanan Kesehatan.
Karya:- Pengembangan Jaringan Virologi dan Epidemiologi Influenza di Indonesia (2007)
- Karakteristik kasus-kasus flu burung di Indonesia (Juli 2005-Mei 2006)
- Kajian penelitian sosial dan perilaku yang berkaitan dengan Infeksi Menular Seksual, HIV/AIDS di Indonesia (1997-2003).
-
Lebih dari 50 artikel ditulis dr Endang di jurnal nasional dan
internasional. Penghargaan yang pernah diperoleh dokter Endang antara
lain Sulianti Award dan APACPH (Asia Pacific Academics of Public Health)
Award
.
http://health.detik.com/read/2012/04/26/163049/1902516/1201/menkes-endang-pengangkatan-dan-pengunduran-diri-yang-tak-biasa